MAKASSAR INVETIGASI.ID| Permasalahan yang ada di PDAM Makassar memasuki babak baru, dimana issu pengangkatan Direktur PDAM Makassar Defenitive semakin menguat, issu sentral yang menguat berdasarkan informasi dari berbagai pihak telah menjadi rahasia umum yang sangat menggugah untuk diikuti, dimana issu assesment yang dilakukan oleh Plt Dirut PDAM terhadap para karyawan PDAM Makassar dengan kategori Karyawan PDAM 80% dan Karyawan PDAM 100% menjadi tanya besar.
Berdasarkan informasi, kategori ini berdasarkan lamanya karyawan mengabdi pada PDAM Makassar, namun hal itu tidak dilakukan secara general, dan tidak berlaku untuk semua karyawan namun hanya berlaku pada karyawan yang punya hubungan dengan para pemangku kebijakan baik yang ada di legislataive, eksekutif dan yudikatif.
Pertanyaannya kemudian adalah apa maksud dan tujuan assesment ini dilakukan oleh Plt. Dirut PDAM Makassar, kenapa harus memilih karyawan yang masuk dalam kategori assesment kenapa tidak secara keseluruhan saja, apakah hal ini dijadikan sebagai burgening Politik atau nilai tukar terhadap jabatannya yang sekarang ataukah sebagai langkah untuk memenuhi janji-janjinya sebelum menduduki jabatan sebagai Plt Dirut.
Hal ini diungkapkan oleh Direkturm III Forum Merah Putih Indonesia saudara Asruddin Azis, S.Sos diruang redaksi Makassar Investigasi pada Jum`at 4 Juli 2025, beliau mengatakan bahwa janji assesment yang dilakukan oleh Plt Dirut PDAM merupakan hal yang sangat kontroversi sebab hanya diakukan kepada karyawan tertentu, hal ini diduga dimaksudkan agar bisa menjadi power dan nilai tukar untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Defenitive PDAM Makassar.
Jika tidak ada maksud lain, kenapa tidak secara keseluruhan saja diassesment, sebab karyawan yang di PHK hampir 300 orang lebih, namun yang ditarik secara perlahan hanya titipan orang-orang tertentu, dan kamipun masih tidak mengerti buat apa melakukan assesment terhadap karyawan yang sudah 100% sebab jika sudah 100% artinya pengabdiannya sudah lama dan loyalitasnya terhadap PDAM Makassar sudah tidak dipertanyakan lagi.
Dan yang paling membingungkan, dari mana Plt Dirut melakukan penilaian terhadap karyawan yang sudah 80% dan karyawan yang sudah 100%, inikan bisa diakal-akali lagian kita tidak mengetahui siapa yang melakukan penilaian atau feet and proper test terhadap karyawan 80% dan 100%, sebab jika kriteria itu yang diberlakukan untuk melakukan assesment maka sudah sangat jelas arah dan tujuannya, hal itu dapat dibuktikan dari sebahagian besar pejabat teras PDAM Makassar adalah kerabat dekat Plt Dirut sehingga assesment ini jangan lagi dijadikan alat untuk mengokomidir berbagai kepentingan, tapi memang semata-mata dilakukan untuk memperbaiki PDAM Makassar kedepan.
Olehnya kami menghimbau kepada pihak PDAM Makassar khususnya Plt Dirut agar lebih transparan dalam melakukan assesment, agar tidak mengarah ke hal yang tendensius karena bukan tidak mungkin hal tersebut akan mengarah kepada tindak pidana penyalahgunaan wewenang dengan maksud dan tujuan untuk kepentingan kelompok atau golongan, tegas Direktur III Forum Merah Putih Indonesia, Asruddin Azis. (ML*)








