MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Kisruh carut marutnya permasalahan yang ada di PDAM Makassar, ditanggapi serius oleh Humas Forum Merah Putih Indonesia, Sofyan yang akrab dipanggil Ichal pada tanggal 26 Juni 2025 di Kantor Redaksi Makassar Investigasi, beliau mengatakan bahwa sekarang sudah sangat jelas benang merahnya, pemecatan ratusan karyawan kontrak PDAM Makassar oleh Plt. direktur dengan alasan karena membebani keuangan, kami menganggap hal itu merupakan alasan yang tidak mendasar dan dibuat-buat serta tendensius.
Ichal berpendapat, alasan tersebut sangat tidak masuk akal, sebab Direktur sebelumnya yang ditetapkan oleh Walikota sebelumnya tidak pernah melakukan pemecatan besar-besaran dengan alasan membebani anggaran, sebab kerugian PDAM bukan akibat dari banyaknya karyawan tapi karena banyaknya korupsi yang terjadi di PDAM Makassar itu sendiri.
Olehnya kami dari Forum Merah Putih Indonesia berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Plt Direktur yang sekarang diduga merupakan suatu akal-akalan untuk menempatkan orang-orang tertentu pada posisi-posisi strategis, hal itu dapat dibuktikan dari deretan pejabat teras yang ada PDAM Makassar yang diduga hampir seluruhnya adalah kerabat dekat beliau.
Kamipun menduga bahwa Walikota Makassar terasa kebablasan dalam menempatkan orang untuk menjadi Plt Dirut, tanpa melihat rekam jejak serta prestasi kerjanya selama ini, sehingga masyarakat bertanya, apakah pemecatan ratusan karyawan PDAM merupakan kebijakan murni Plt PDAM atau salah satu instruksi dari Walikota Makassar yang baru, sebab kebijakan itu terasa sangat otoriter tanpa memperdulikan ganti rugi yang harus diberikan kepada para karyawan yang dipecat.
Kamipun tidak habis pikir, alasan karena banyaknya tenaga kontrak siluman yang tidak terverifikasi, sehingga harus dilakukan PHK besar-besaran.
Justru kami bertanya, kenapa di jaman Walikota sebelumnya dan Direktur PDAM sebelumnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, malah banyaknya tenaga kontrak baik itu tenaga kebersihan maupun karyawan PDAM mampu diatasi dengan baik dan PAD Kota Makassar tetap naik meroket menjadi Rp.1,6 Trilliun.
Kamipun sangat menyayangkan kebijakan Plt. Direktur PDAM dan Walikota Makassar yang terkesan kontroversi, sebab secara otomatis akan menambah jumlah pengangguran dan masyarakat miskin, hal itu dapat dibuktikan dari banyaknya pengaduan yang masuk ke Sekretariat Forum Merah Putih Indonesia dari para mantan karyawan PDAM Makassar dan mantan pegawai Kebersihan.
Yang lebih miris adalah kesemua karyawan PDAM tersebut mempunyai masa kerja yang tidak sedikit, malah ada salah satu mantan karyawan yang sudah mengabdi selama 34 tahun tapi baru menerima gaji selama 6 bulan, inikan sangat tragis dan dramatis dimana setiap pemimpin baru selalu menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat namun itu cuma janji karena pada akhirnya hanya sengsara yang mereka terima.
Pertanyaannya kemudian, apakah kerugian PDAM Makassar diakibatkan dari banyaknya karyawan kontrak atau karena banyaknya pejabat PDAM Makassar yang korupsi, hal itu sangat mudah dibuktikan karena jejak digitalnya masih ada dan orang-orang yang dipidana atas kasus korupsi PDAM Makassar masih hidup, malah sekarang ada lagi kisruh saling melempar kesalahan antara Plt Dirut dan mantan Dirut PDAM tentang kerugian 360 milyar, semua ini adalah bukti bahwa kerugian PDAM bukan berasal dari banyaknya karyawan siluman tapi karena banyaknya korupsi berjamaah yang terjadi di tubuh PDAM Makassar.
Olehnya harapan kami dari Forum Merah Putih Indonesia, memohon kepada Bapak Walikota Makassar, agar dapat memfasilitasi para mantan karyawan PDAM dan mantan pegawai kebersihan, paling tidak mereka bisa mendapatkan haknya selama mengabdi kalaupun pada akhirnya mereka sudah tidak lagi menjadi karyawan.
Ichal menegaskan, bahwa hal yang mendesak dan patut untuk segera dibenahi adalah Walikota Makassar segera mengangkat Pejabat Defenitif yang lebih kredibel, akuntabel, smart, jujur dan bertanggungjawab guna menepis opini negatif yang selama ini terbangun di masyarakat atas segala permasalahan yang ada di PDAM Makassar.tutup ichal.(ML*)







