• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Kekuasaan Ofensif Melahirkan Delegitimasi oleh : Muhammad Ilham

Februari 14, 2026
in PEMERINTAHAN
485
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Dalam dinamika kekuasaan, sejarah berulang kali menunjukkan bahwa kekuatan tidak semata-mata bertumpu pada otoritas formal, melainkan pada kualitas relasi antara penguasa dan rakyat. Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, Muqaddimah, menegaskan bahwa tindakan ofensif dan keras dari seorang penguasa justru menjadi ancaman bagi keberlangsungan kekuasaannya sendiri. Kekuasaan yang dijalankan dengan pendekatan represif adalah pertanda melemahnya kapasitas kepemimpinan.

Hakikat pemerintahan sejatinya bukan sekadar struktur kekuasaan, melainkan representasi kehendak dan kebutuhan rakyat. Penguasa hadir sebagai pelengkap dalam sistem sosial, sebuah korelasi yang bersifat timbal balik. Rakyat membutuhkan pemimpin untuk mengatur, melindungi, dan memenuhi kebutuhan kolektif, sebaliknya, penguasa memperoleh legitimasi dan kekuatannya dari rakyat. Di sinilah letak relativitas antara dua unsur yang tidak dapat dipisahkan.

Baca:

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

LIKMA INDONESIA Wakili Bupati Burau Hadiri Syukuran Pesta Panen Padi, Dalam Kegiatan Kesenian Dero di Kampung Lumbewe Kab. Luwu

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

Beberapa hari terakhir, publik dikejutkan dengan kabar bahwa Ketua BEM Universitas Gadjah Mada menerima teror setelah melayangkan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kasus meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Ngada, NTT. Terlepas dari perbedaan pandangan terhadap substansi kritik tersebut, peristiwa ini menjadi alarm penting bagi kualitas demokrasi kita.

Mahasiswa dalam sejarah Indonesia selalu menempati posisi sebagai moral force (kekuatan moral), penyampai kegelisahan publik ketika ada kebijakan atau peristiwa yang dianggap tidak adil. Kritik adalah bagian inheren dari sistem demokrasi. Ia bukan ancaman terhadap negara, melainkan mekanisme koreksi terhadap kekuasaan. Namun ketika kritik justru dibalas dengan intimidasi, tekanan, atau teror, maka yang dipertaruhkan bukan hanya individu pengkritik, tetapi legitimasi kekuasaan itu sendiri.

Ketika relasi antara penguasa dan rakyat dikelola dengan keadilan dan keterbukaan, kemaslahatan akan tercipta. Namun jika yang muncul adalah sikap defensif berlebihan dan ruang kritik yang menyempit, maka yang tumbuh bukan loyalitas, melainkan ketakutan. Rakyat yang hidup dalam bayang-bayang tekanan cenderung membangun relasi semu, penuh kepura-puraan dan kepatuhan formal tanpa kepercayaan batin.

Karena itu, tindakan ofensif baik dalam bentuk retorika keras maupun pembiaran terhadap intimidasi pada akhirnya membahayakan kekuasaan itu sendiri. Kepemimpinan yang kuat bukanlah yang anti kritik, melainkan yang mampu menjaga keseimbangan antara otoritas dan empati. Di situlah letak kematangan seorang pemimpin dan keberlanjutan sebuah pemerintahan.(**ML)

Previous Post

Sekjend FMPI : “Mengeluarkan Anak Didik Dari Sekolah Adalah Perbuatan Melawan Hukum, Karena Melanggar UUD’45, UU Perlindungan Anak Dan Permendikbudristek”

Next Post

Sekolah Dapat Digugat Jika Terbukti Mengeluarkan Siswanya

Related Posts

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

by Makassar Investigasi
Juli 6, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| SINJAI, SULAWESI SELATAN – Alokasi anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

LIKMA INDONESIA Wakili Bupati Burau Hadiri Syukuran Pesta Panen Padi, Dalam Kegiatan Kesenian Dero di Kampung Lumbewe Kab. Luwu

LIKMA INDONESIA Wakili Bupati Burau Hadiri Syukuran Pesta Panen Padi, Dalam Kegiatan Kesenian Dero di Kampung Lumbewe Kab. Luwu

by Makassar Investigasi
Juni 28, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu, LIKMA INDONESIA Mewakili Bupati Camat Burau menghadiri kegiatan Syukuran dan Pesta Panen Padi (Kesenian Dero) di Kampung...

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

by Makassar Investigasi
Juni 19, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, 18 Juni 2026 – KAMMI Daerah Makassar melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Makassar untuk menyampaikan aspirasi terkait...

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

by Makassar Investigasi
Juni 14, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Reformasi 1998 lahir sebagai tonggak penting demokrasi Indonesia. Ia membawa mandat besar: kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional setiap...

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

by Makassar Investigasi
Juni 2, 2026
0

MAKASSAKASSAR INVESTIGASI.ID| Maros - Menyikapi penyediaan Rusunawa di Kabupaten Maros yang diduga tidak tepat sasaran, dimana berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)...

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

by Makassar Investigasi
Mei 30, 2026
0

Andi Sirajuddin  MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Permasalah jarak antara rumah atau gedung dan jalan di Makassar yang lebih dikenal dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

edit post

Akhirnya Dua Orang Mafia Tanah Eks Kebun Binatang Di Makassar Diciduk Polisi

4 tahun ago
edit post

Salah Satu Rumah Dikompleks Hartaco Menyimpan Bahan “Berbahaya”

1 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In