• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Jumat, Maret 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Cinta Bukan Alasan Kekerasan : “Kampus Harus Diselamatkan dari Krisis Akhlak” oleh : Sahrul Ariansyah

Februari 27, 2026
in PEMERINTAHAN
Cinta Bukan Alasan Kekerasan : “Kampus Harus Diselamatkan dari Krisis Akhlak” oleh : Sahrul Ariansyah
522
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Peristiwa pembacokan terhadap mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah potret krisis pengendalian diri dan kegagalan pembinaan karakter di ruang yang seharusnya menjadi pusat peradaban.

Narasi “cinta ditolak lalu sakit hati” tidak boleh kita terima sebagai penjelasan yang cukup. Islam tidak pernah membenarkan perasaan sebagai legitimasi untuk melukai. Justru dalam Islam, kemuliaan seseorang diukur dari kemampuannya menahan diri.

Baca:

Sarasehan kebangsaan : PP KAMMI Dorong Konsolidasi Kepentingan Nasional di tengah gejolak global

TODDOPULI, SENJATA NEGARA, DAN AMANAH KEKUASAAN

Nyawa Warga dan Senjata Negara : “Makassar Sedang Menguji Keadilan”

Allah ﷻ berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. Ali ‘Imran: 134)

Ayat ini tegas. Kemarahan bukan untuk dilampiaskan, tetapi untuk dikendalikan. Ketika penolakan dibalas dengan senjata, itu bukan cinta tapi itu ego yang tidak terkendali.

Sebagai kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), saya memandang bahwa tragedi ini adalah alarm keras bagi dunia kampus Islam. Kampus bukan hanya tempat mengejar IPK dan gelar sarjana. Ia adalah ruang pembentukan akhlak. Jika kekerasan lahir dari mahasiswa di lingkungan akademik, maka ada yang perlu kita evaluasi secara serius.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini meruntuhkan logika maskulinitas keliru yang menganggap agresi sebagai simbol kekuatan. Justru ketidakmampuan menerima penolakan adalah tanda kelemahan jiwa.

Lebih tajam lagi, kita harus berani mengatakan:

Relasi tanpa batas, pergaulan tanpa adab, dan budaya permisif tanpa kontrol diri adalah lahan subur lahirnya tragedi seperti ini. Ketika perasaan tidak dituntun nilai, ia berubah menjadi obsesi. Ketika obsesi ditolak, ia bisa berubah menjadi kekerasan.

Namun kita juga tidak boleh berhenti pada kritik personal. Institusi kampus harus memastikan:

– Sistem keamanan benar-benar ketat.

– Layanan konseling aktif dan preventif.

– Edukasi relasi sehat dan pembinaan ruhiyah berjalan nyata, bukan formalitas.

Gerakan mahasiswa harus hadir, bukan hanya mengecam, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk kezaliman yang tidak memiliki tempat dalam Islam maupun dalam peradaban akademik.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

(QS. Al-Ma’idah: 8)

Penolakan bukan penghinaan. Perasaan bukan hak kepemilikan. Dan cinta tidak pernah membenarkan darah.

Tragedi ini harus menjadi titik balik. Jika kampus Islam saja tidak aman, maka kita sedang menghadapi krisis yang lebih dalam daripada sekadar kasus kriminal. Kita sedang menghadapi krisis akhlak.

Dan krisis akhlak hanya bisa dijawab dengan penguatan iman, pembinaan karakter, dan keberanian menegakkan nilai.

Karena masa depan bangsa tidak dibangun oleh mereka yang dikuasai amarah, tetapi oleh mereka yang mampu mengendalikannya.(**ML)

Previous Post

“Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Arah Gerak : Pelantikan dan RAKERWIL DPW V ITHLA Periode 2025–2026”

Next Post

PW KAMMI Sulsel Desak Usut Tuntas dan Copot Oknum Polisi dalam Insiden Penembakan di Toddopuli

Related Posts

Sarasehan kebangsaan : PP KAMMI Dorong Konsolidasi Kepentingan Nasional di tengah gejolak global

Sarasehan kebangsaan : PP KAMMI Dorong Konsolidasi Kepentingan Nasional di tengah gejolak global

by Makassar Investigasi
Maret 5, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Jakarta — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar Sarasehan Kebangsaan dan Launching Logo Milad...

TODDOPULI, SENJATA NEGARA, DAN AMANAH KEKUASAAN

TODDOPULI, SENJATA NEGARA, DAN AMANAH KEKUASAAN

by Makassar Investigasi
Maret 4, 2026
0

Sahrul Ariansyah Ketua Bidang Pembinaan Kader KAMMI Daerah Makassar MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Peristiwa penembakan di kawasan Toddopuli, Makassar, yang...

Nyawa Warga dan Senjata Negara : “Makassar Sedang Menguji Keadilan”

Nyawa Warga dan Senjata Negara : “Makassar Sedang Menguji Keadilan”

by Makassar Investigasi
Maret 3, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - 2026, Penembakan yang terjadi di kawasan Toddopuli, Kota Makassar, hingga merenggut nyawa seorang warga adalah alarm...

PW KAMMI Sulsel Desak Usut Tuntas dan Copot Oknum Polisi dalam Insiden Penembakan di Toddopuli

PW KAMMI Sulsel Desak Usut Tuntas dan Copot Oknum Polisi dalam Insiden Penembakan di Toddopuli

by Makassar Investigasi
Maret 3, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar — Peristiwa penembakan yang terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu pagi (1/3/2026)...

“Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Arah Gerak : Pelantikan dan RAKERWIL DPW V ITHLA Periode 2025–2026”

“Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Arah Gerak : Pelantikan dan RAKERWIL DPW V ITHLA Periode 2025–2026”

by Makassar Investigasi
Februari 19, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Dewan Pimpinan Wilayah V Ittihadu Thalabati al-Lughah al-‘Arabiyah bi Indonesia (DPW V ITHLA) sukses menyelenggarakan Pelantikan dan Rapat...

Kekuasaan Ofensif Melahirkan Delegitimasi oleh : Muhammad Ilham

Kekuasaan Ofensif Melahirkan Delegitimasi oleh : Muhammad Ilham

by Makassar Investigasi
Februari 14, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Dalam dinamika kekuasaan, sejarah berulang kali menunjukkan bahwa kekuatan tidak semata-mata bertumpu pada otoritas formal, melainkan pada kualitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Camat Tallo Alamsyah Kuker Dan Memantau Longwis Di Kelurahan Lakkang

Camat Tallo Alamsyah Kuker Dan Memantau Longwis Di Kelurahan Lakkang

4 tahun ago
IMB Izin Mendirikan Bangunan

IMB Izin Mendirikan Bangunan

2 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    MAKASSAR INVESTIGASI

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In