• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Cinta Bukan Alasan Kekerasan : “Kampus Harus Diselamatkan dari Krisis Akhlak” oleh : Sahrul Ariansyah

Februari 27, 2026
in PEMERINTAHAN
529
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Peristiwa pembacokan terhadap mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah potret krisis pengendalian diri dan kegagalan pembinaan karakter di ruang yang seharusnya menjadi pusat peradaban.

Narasi “cinta ditolak lalu sakit hati” tidak boleh kita terima sebagai penjelasan yang cukup. Islam tidak pernah membenarkan perasaan sebagai legitimasi untuk melukai. Justru dalam Islam, kemuliaan seseorang diukur dari kemampuannya menahan diri.

Baca:

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

Allah ﷻ berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. Ali ‘Imran: 134)

Ayat ini tegas. Kemarahan bukan untuk dilampiaskan, tetapi untuk dikendalikan. Ketika penolakan dibalas dengan senjata, itu bukan cinta tapi itu ego yang tidak terkendali.

Sebagai kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), saya memandang bahwa tragedi ini adalah alarm keras bagi dunia kampus Islam. Kampus bukan hanya tempat mengejar IPK dan gelar sarjana. Ia adalah ruang pembentukan akhlak. Jika kekerasan lahir dari mahasiswa di lingkungan akademik, maka ada yang perlu kita evaluasi secara serius.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini meruntuhkan logika maskulinitas keliru yang menganggap agresi sebagai simbol kekuatan. Justru ketidakmampuan menerima penolakan adalah tanda kelemahan jiwa.

Lebih tajam lagi, kita harus berani mengatakan:

Relasi tanpa batas, pergaulan tanpa adab, dan budaya permisif tanpa kontrol diri adalah lahan subur lahirnya tragedi seperti ini. Ketika perasaan tidak dituntun nilai, ia berubah menjadi obsesi. Ketika obsesi ditolak, ia bisa berubah menjadi kekerasan.

Namun kita juga tidak boleh berhenti pada kritik personal. Institusi kampus harus memastikan:

– Sistem keamanan benar-benar ketat.

– Layanan konseling aktif dan preventif.

– Edukasi relasi sehat dan pembinaan ruhiyah berjalan nyata, bukan formalitas.

Gerakan mahasiswa harus hadir, bukan hanya mengecam, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk kezaliman yang tidak memiliki tempat dalam Islam maupun dalam peradaban akademik.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

(QS. Al-Ma’idah: 8)

Penolakan bukan penghinaan. Perasaan bukan hak kepemilikan. Dan cinta tidak pernah membenarkan darah.

Tragedi ini harus menjadi titik balik. Jika kampus Islam saja tidak aman, maka kita sedang menghadapi krisis yang lebih dalam daripada sekadar kasus kriminal. Kita sedang menghadapi krisis akhlak.

Dan krisis akhlak hanya bisa dijawab dengan penguatan iman, pembinaan karakter, dan keberanian menegakkan nilai.

Karena masa depan bangsa tidak dibangun oleh mereka yang dikuasai amarah, tetapi oleh mereka yang mampu mengendalikannya.(**ML)

Previous Post

“Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Arah Gerak : Pelantikan dan RAKERWIL DPW V ITHLA Periode 2025–2026”

Next Post

PW KAMMI Sulsel Desak Usut Tuntas dan Copot Oknum Polisi dalam Insiden Penembakan di Toddopuli

Related Posts

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

by Makassar Investigasi
Juni 19, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, 18 Juni 2026 – KAMMI Daerah Makassar melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Makassar untuk menyampaikan aspirasi terkait...

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

by Makassar Investigasi
Juni 14, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Reformasi 1998 lahir sebagai tonggak penting demokrasi Indonesia. Ia membawa mandat besar: kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional setiap...

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

by Makassar Investigasi
Juni 2, 2026
0

MAKASSAKASSAR INVESTIGASI.ID| Maros - Menyikapi penyediaan Rusunawa di Kabupaten Maros yang diduga tidak tepat sasaran, dimana berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)...

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

by Makassar Investigasi
Mei 30, 2026
0

Andi Sirajuddin  MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Permasalah jarak antara rumah atau gedung dan jalan di Makassar yang lebih dikenal dengan...

“Ketika Masjid Bicara Masa Depan Generasi” Opini Oleh : Sahrul Ariansyah

by Makassar Investigasi
Mei 30, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Kultum subuh yang saya ikuti di Masjid Sultan Alauddin JL Prof.Abdurahman Basalamah memberikan banyak pelajaran dan...

Normalisasi Sungai Suli Tahap Pertama Selesai, Lurah Suli: Berkat Perjuangan Ibu Enceng Warga Bisa Tidur Nyenyak

by Makassar Investigasi
Mei 21, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Ir. Fadriaty Asmaun, ST, MM, melaksanakan kegiatan pengawasan pelaksanaan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemeliharaan Jalan Nasional Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan  Berpotensi Terindikasi Melanggar UU No.22 Sebab Membahayakan Keselamatan Pengendara

4 bulan ago

KAMMI Makassar Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penembakan Remaja di Toddopuli

4 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In