• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Sabtu, September 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Cinta Bukan Alasan Kekerasan : “Kampus Harus Diselamatkan dari Krisis Akhlak” oleh : Sahrul Ariansyah

Februari 27, 2026
in PEMERINTAHAN
529
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Peristiwa pembacokan terhadap mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah potret krisis pengendalian diri dan kegagalan pembinaan karakter di ruang yang seharusnya menjadi pusat peradaban.

Narasi “cinta ditolak lalu sakit hati” tidak boleh kita terima sebagai penjelasan yang cukup. Islam tidak pernah membenarkan perasaan sebagai legitimasi untuk melukai. Justru dalam Islam, kemuliaan seseorang diukur dari kemampuannya menahan diri.

Baca:

Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan Pungli PBG, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terancam Pasal Pencucian Uang

Laporan Mandek 2 Tahun DPP LIRI Datangi Kejati Sulsel Pertanyakan Kelanjutan Kasus Proyek SPAM Mamminasata Rp 153 Miliar. 

FORIS SUL-SEL BAR “Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren Sukseskan Hari Santri 2026”

Allah ﷻ berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. Ali ‘Imran: 134)

Ayat ini tegas. Kemarahan bukan untuk dilampiaskan, tetapi untuk dikendalikan. Ketika penolakan dibalas dengan senjata, itu bukan cinta tapi itu ego yang tidak terkendali.

Sebagai kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), saya memandang bahwa tragedi ini adalah alarm keras bagi dunia kampus Islam. Kampus bukan hanya tempat mengejar IPK dan gelar sarjana. Ia adalah ruang pembentukan akhlak. Jika kekerasan lahir dari mahasiswa di lingkungan akademik, maka ada yang perlu kita evaluasi secara serius.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini meruntuhkan logika maskulinitas keliru yang menganggap agresi sebagai simbol kekuatan. Justru ketidakmampuan menerima penolakan adalah tanda kelemahan jiwa.

Lebih tajam lagi, kita harus berani mengatakan:

Relasi tanpa batas, pergaulan tanpa adab, dan budaya permisif tanpa kontrol diri adalah lahan subur lahirnya tragedi seperti ini. Ketika perasaan tidak dituntun nilai, ia berubah menjadi obsesi. Ketika obsesi ditolak, ia bisa berubah menjadi kekerasan.

Namun kita juga tidak boleh berhenti pada kritik personal. Institusi kampus harus memastikan:

– Sistem keamanan benar-benar ketat.

– Layanan konseling aktif dan preventif.

– Edukasi relasi sehat dan pembinaan ruhiyah berjalan nyata, bukan formalitas.

Gerakan mahasiswa harus hadir, bukan hanya mengecam, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk kezaliman yang tidak memiliki tempat dalam Islam maupun dalam peradaban akademik.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

(QS. Al-Ma’idah: 8)

Penolakan bukan penghinaan. Perasaan bukan hak kepemilikan. Dan cinta tidak pernah membenarkan darah.

Tragedi ini harus menjadi titik balik. Jika kampus Islam saja tidak aman, maka kita sedang menghadapi krisis yang lebih dalam daripada sekadar kasus kriminal. Kita sedang menghadapi krisis akhlak.

Dan krisis akhlak hanya bisa dijawab dengan penguatan iman, pembinaan karakter, dan keberanian menegakkan nilai.

Karena masa depan bangsa tidak dibangun oleh mereka yang dikuasai amarah, tetapi oleh mereka yang mampu mengendalikannya.(**ML)

Previous Post

“Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Arah Gerak : Pelantikan dan RAKERWIL DPW V ITHLA Periode 2025–2026”

Next Post

PW KAMMI Sulsel Desak Usut Tuntas dan Copot Oknum Polisi dalam Insiden Penembakan di Toddopuli

Related Posts

Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan Pungli PBG, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terancam Pasal Pencucian Uang

Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan Pungli PBG, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terancam Pasal Pencucian Uang

by Makassar Investigasi
September 25, 2026
0

MAKASSARINVESTIGASI.ID - JAKARTA | Direktur Penindakan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Dirtindak Kortas Tipidkor) Polri, Brigjen Pol. Roberthus Yohannes De...

Laporan Mandek 2 Tahun DPP LIRI Datangi Kejati Sulsel Pertanyakan Kelanjutan Kasus Proyek SPAM Mamminasata Rp 153 Miliar. 

Laporan Mandek 2 Tahun DPP LIRI Datangi Kejati Sulsel Pertanyakan Kelanjutan Kasus Proyek SPAM Mamminasata Rp 153 Miliar. 

by Makassar Investigasi
September 21, 2026
0

KASSARINVESTIGASI.ID | MAKASSAR - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) LIRI mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan...

FORIS SUL-SEL BAR “Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren Sukseskan Hari Santri 2026”

FORIS SUL-SEL BAR “Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren Sukseskan Hari Santri 2026”

by Makassar Investigasi
September 16, 2026
0

FORIS SUL-SEL BAR Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren Sukseskan Hari Santri 2026 MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, 21/09/2026 — Sejumlah organisasi ikatan...

“KAMMI Makassar Desak Pertamina Bertanggung Jawab”

“KAMMI Makassar Desak Pertamina Bertanggung Jawab”

by Makassar Investigasi
September 13, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Ketua Umum KAMMI Daerah Makassar, Sahrul Ariansyah, menyatakan dukungan terhadap tuntutan Pimpinan Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan terkait...

Langkah Awal Menuju Masa Depan: PIP Makassar Resmi Buka Madatukar Calon Taruna Angkatan XLVII

Langkah Awal Menuju Masa Depan: PIP Makassar Resmi Buka Madatukar Calon Taruna Angkatan XLVII

by Makassar Investigasi
Agustus 24, 2026
0

MAKASSARINVESTIGASI.ID | MAKASSAR — Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar secara resmi memulai Upacara Pembukaan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) bagi...

Peringati HUT Ke-81 RI, Politeknik Pelayaran Barombong Gelar Upacara Khidmat dan Berbagai Perlombaan

Peringati HUT Ke-81 RI, Politeknik Pelayaran Barombong Gelar Upacara Khidmat dan Berbagai Perlombaan

by Makassar Investigasi
Agustus 17, 2026
0

MAKASSARINVESTIGASI.ID | MAKASSAR – Politeknik Pelayaran Barombong sukses menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Adakan Pertemuan Mendadak di Cafe Terapung, Ini Kata Ketua LSM PERAK

4 tahun ago

Terindikasi Mengabaikan Rambu Keselamatan Pengguna Jalan , DPP Lantik Soroti Pekerjaan Preservasi Jalan Hertasning

6 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In