MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Polemik atas Pemilihan Rektor UNM Makassar terus bergulir, aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Solidaritas Merah Putih (DPP PSMP) Pusat yang mendesak Kemendiktisaintek agar menghentikan Pemilihan rektor serta harus transparan dalam melakukan pemilihan karena mereka menilai ada ketidak jujuran dalam melakukan penjaringan bakal calon rektor UNM, dan menilai ada beberapa calon rektor yang pernah terjerat kasus hukum namun tetap diloloskan dalam seleksi calon rektor UNM.
Namun Aksi Unjuk Rasa tersebut mendapat kecaman keras dari Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Solidaritas Merah Putih Sulawesi Selatan (DPW PSMP SULSEL), melalui Koordinator Laskar Pemuda Solidaritas Merah Putih saudara Sofyan Ichal pada (selasa, 27/10/2026) melalui komunikasi via whatssapp menyatakan sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP PSMP Pusat, seharusnya sebelum melakukan giat aksi setidaknya menginformasikan dan mengkoordinasikannya kepada kami sebab apa yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut adalah ranah kasus yang kami kawal sampai akhir, dengan melahirkan tuntutan agar pihak Kemendiktisaintek memberhentikan secara mutlak Rektor UNM (Prof. Kartajayadi) dan melakukan Percepatan Pemilihan Rektor UNM dan sekiranya tuntutan kami dikabulkan maka kami berkomitmen untuk tidak lagi mencampuri seleksi pemilihan Calon Rektor selanjutnya.
Jika kita flasback kebelakang, dimana pada waktu kasus-kasus UNM Makassar digulirkan oleh DPW PSMP SULSEL gencar melakukan aksi dan pelaporan sampai ketingkat pusat, aksi unjuk rasa dan pelaporan tersebut dimulai dari pemilihan rektor sampai terpilihnya Prof. Kartajayadi menjadi Rektor, berselang beberapa lama kepemimpinan Prof. Kartajayadi tersandung kasus dugaan korupsi Rp.87 Milyar atas Dana Revitalisasi UNM, Dugaan Pelecehan Seksual dan Kasus Pungli, maka sekali lagi kami melakukan pergerakan untuk menyelamatkan institusi pendidikan dalam pusaran masalah tindak pidana korupsi dan asusila dengan menggandeng adik-adik Mahasiswa UNM untuk ikut dalam giat kami.
Dan pada saat kasus itu bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulsel, Ketua Umum DPP PSMP meminta Ketua DPW agar ikut pula mengawal kasus Mantan Walikota Pare-pare yang saat itu dalam pengawalan DPP PSMP dan kamipun ikut berkontribusi melakukan pelaporan dan aksi unjuk rasa serta eksis dalam melakukan pemberitaan sehingga secara otomatis pihak DPP PSMP mengetahui giat yang kami lakukan pada saat itu.
Disaat kasus-kasus yang menjerat UNM Makassar bergulir sampai pada puncak proses hukum di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Ketua DPW Andi Muh. Ichsan Arifin, ST.MH memohon secara langsung kepada Ketua Umum agar melakukan atensi dan ikut mengawal laporan tersebut sampai ketingkat pusat namun hal itu justru berakhir dengan abu-abu.
Setelah kasus-kasus itu berhenti ditangan penyidik Kejati Sulsel dengan alasan tidak cukup bukti, kami tetap mengawal dan meminta kepada pihak-pihak terkait agar Rektor UNM diberhentikan dari jabatannya atas beberapa kasus yang menjeratnya dan alhasil permintaan itu dikabulkan dengan komitmen PSMP tidak akan mencampuri secara internal pilrek berikutnya dan mempercayakan pemilihan itu berjalan sesuai peraturan dan tata cara yang telah diatur dalam SOP Kemendiktisaintek.
Namun tiba pada proses akhir pemilihan rektor UNM, tiba-tiba Ketua Umum DPP PSMP melakukan manuver melakukan aksi di Kemendiktisaintek dan Mabes Polri yang seakan mengucilkan keberadaan kami yang ada di jajaran DPW PSMP SULSEL, tanpa melihat dan memperhitungkan apa yang telah kami perjuangkan dalam kasus tersebut, sehingga mau tidak mau kami pasti melakukan aksi mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum DPP PSMP, dan mulai saat ini saya beserta 30 anggota Laskar Pemuda Solidaritas Merah Putih akan mengundurkan diri dan siap menanggalkan seluruh atribut DPW PSMP SULSEL demi menjaga kredibiltas atas komitmen yang pernah kami bangun, dan untuk pengunduran diri serta pengembalian atribut kami telah berkomunikasi dengan Ketua dan Sekretaris DPW PSMP SULSEL dan akan menyerahkannya besok jam 10.00 pagi.
Perlu kami ingatkan bahwa loyalitas kami dalam berjuang untuk membesarkan nama lembaga tanpa adanya kontribusi dari pihak manapun, dimana komitmen dan kepercayaan publik yang telah kami bangun selama bertahun-tahun mendapat tanggapan positif baik pemerintah provinsi maupun Kab/Kota serta ditingkat UPT Kementerian yang ada didaerah dan Pihak APH disegala tingkatan, sehingga kami merasa apa yang dilakukan oleh DPP PSMP seakan mencedari rasa keadilan dan seakan kami tidak ada artinya bagi DPP PSMP.
Bahwa kepercayaan dan komitmen yang telah kami bangun selama ini seakan menjadi batu sandungan buat DPP PSMP dalam mencapai tujuannya, yang justru jadi pertanyaan kemana DPP PSMP disaat DPW PSMP SULSEL terdesak oleh gerakan mosi tidak percaya masyarakat kepada kami dalam menyelesaikan kasus-kasus yang ada UNM Makassar, dan apa motivasi DPP PSMP mengulang apa telah kami lakukan, sementara sangat jelas seluruh proses hukum atas laporan kami tidak dapat dilanjutkan karena tidak cukup bukti, dan kenapa baru sekarang DPP PSMP mau berkontribusi melakukan gerakan yang bertujuan untuk mendesak Institusi untuk mengusut kembali segala bentuk-bentuk pelanggaran dan tindak pidana korupsi yang ada di UNM, dimana kami menilai bahwa gerakan tersebut justru mencerminkan adanya tersirat hal yang tendensius oleh pesanan pihak tertentu dalam mencapai tujuannya.
Seharusnya Ketua Umum DPP PSMP jika mau bijak dalam menyikapi permasalahan atas penyelesaian kasus-kasus yang ada di UMN Makassar, yang didesak APH nya, bukan proses pemilihan rektornya yang dihentikan sebab tidak mungkin Panitia Pemilihan meloloskan Calon Rektor tersebut jika tidak ada dasar hukum yang kuat yang dapat meloloskan calon tersebut dari segala dugaan, dan lagi jika nantinya ada yang terpilih menjadi Rektor namun oleh APH menemukan adanya tindak pidana yang rektor tersebut pernah lakukan maka Rektor yang terpilih pasti akan menghadapi diproses hukum sebab tidak ada yang kebal hukum kecuali dia mantan presiden.
Olehnya kita tunggu saja karena semuanya akan terkuak, dan mulai saat ini dan hari ini juga kami beserta 30 anggota DPW PSMP SULSEL menyatakan mengundurkan diri dan akan mengembalikan seluruh atribut yang selama ini menjadi kebanggan kami, hal itu kami lakukan demi menjaga kredibilitas pergerakan aktivis yang tergabung dalam Forum Merah Putih Indonesia dan Koalisi LSM dan Pers, dimana DPW PSMP SULSEL menjadi desicion maker dalam setiap pergerakan aktivis di Makassar maupun di Sulawesi Selatan. Kata Sofyan Ichal menutup.(**ML)






