MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali viral pada Oktober 2025. Rektor tersebut diduga mengirimkan konten bermuatan pornografi kepada dosen dan mahasiswa. Dari laporan yang beredar, salah satu korban dari kalangan dosen telah melapor ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan serta Kemendikbudristek, sementara korban dari kalangan mahasiswa diketahui telah mengajukan laporan resmi ke kementerian tersebut.
Perkembangan kasus ini mendapat perhatian luas dari komunitas daring, terutama dari jaringan akun meme kampus nasional. Akun shitpost UNM, @mekdiunm, menjadi salah satu inisiator gerakan solidaritas digital dengan mengajak seluruh akun meme dan shitpost kampus di Indonesia untuk ikut mengawal jalannya proses hukum dan menyuarakan dukungan bagi para korban.
Melalui unggahan di media sosial, @mekdiunm menyerukan agar akun kampus lain turut mengunggah cerita (story) berisi narasi pengawalan kasus ini sebagai bentuk tekanan publik terhadap pihak berwenang agar bersikap transparan dan adil. Gerakan ini mendapat respons besar di kalangan mahasiswa di Indonesia. Puluhan akun shitpost kampus di berbagai daerah turut andil menggemakan dan mengawal kasus di Universitas Negeri Makassar tersebut, di antaranya akun shitpost Universitas Negeri Semarang @unesatire, Universitas Hasanuddin @unounhas, dan akun shitpost UIN Bandung @uin.sgdawg.
Fenomena ini menunjukkan bahwa media alternatif berbasis komunitas mahasiswa kini berperan signifikan dalam mengawal isu-isu sensitif di lingkungan kampus. Mereka tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah solidaritas dan perlawanan moral terhadap penyalahgunaan kekuasaan di institusi pendidikan.(**AS)








