MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Antrian BBM yang menggunakan barcode setiap harinya terjadi diseluruh SPBU di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar, dan diperparah lagi dengan kelangkaan BBM, hal itu sangat mempersulit masyarakat yang akan melakukan aktifitas harus terhambat gara-gara mengantri lama di SPBU.
Kendala jaringan internet yang belum memadai, dan masalah sosialisasi menjadi salah satu faktor terhambatnya pelayanan pengisian BBM diseluruh SPBU, hal itu dapat dilihat dari :
- Sulitnya petugas SPBU mengakses QR Kode.
- Kelangkaan BBM menambah panjang masalah yang ada di masyarakat.
- Gangguan jaringan bisa terjadi di SPBU, menyebabkan proses pengisian BBM terganggu dan menimbulkan antrean panjang.
- Kebijakan ini belum tersosialisasi dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga banyak yang belum paham.
- Proses verifikasi data kendaraan untuk mendapatkan QR code bisa memakan waktu yang sangat lama.
Masalah tersebut menjadi perhatian serius dari Kepala Sekretariat Forum Merah Putih Indonesia Bapak Andi Sirajuddin, dimana beliau mengungkapkan pada awak media Makassar Investigasi (28/102025) bahwa fungsi utama dari barcode adalah memverifikasi kendaraan secara akurat untuk menghindari penyalahgunaan dan memastikan BBM subsidi tepat sasaran, namun pada kenyataan hal itu tidak efektif karena justru menimbulkan masalah baru, dimana tujuan sebenarnya adalah agar transaksi melalui QR code tersebut memungkinkan Pertamina mencatat transaksi BBM penugasan secara lebih transparan dan akurat, namun tidak dapat menjamin apakah Pertamina dapat menutupi kerugiannya setiap tahunnya, sehingga kami berpendapat bahwa sistem QR Kode hanya memperlambat aktifitas masyarakat dalam berusaha.
Andi Sirajuddin melanjutkan, kelangkaan BBM bukanlah merupakan hal baru tapi merupakan persoalan yang telah berulangkali terjadi yang dampaknya sangat luas pada perekonomian nasional, pertanyaannya sekarang bagaimana tanggungjawab pertamina sebagai agen tunggal terhadap kelangkaan BBM dan panjangnya antrian QR Kode baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sebab diketahui bersama bahwa BBM merupakan sektor primer yang sangat dibutuhkan dalam menunjang perekonomian negara yang berdampak pada seluruh sektor perekonomian bangsa.
Andi Sirajuddin mengatakan, bahwa kami menduga kelangkaan BBM saat ini bukan karena masalah lonjakan permintaan yang banyak melainkan pasokan BBM yang bermasalah, sehingga kami menduga ada spekulasi dibalik terhambatnya distribusi BBM tersebut, sebab jika dilihat dari produksinya sangatlah lancar dan jika stok BBM aman maka distribusinya pun akan aman, namun pada kenyataannya terjadi kelangkaan BBM sehingga secara logika kami menduga ada permainan spekulatif ditubuh PT. Pertamina (Persero) dan yang lebih mengherankan BBM Pertamina selalu laris dipasaran namun pada kenyataan setiap tahunnya merugi.
Bahwa perlu kita ketahui kelangkaan BBM akan mengakibatkan, ongkos angkutan naik, harga-harga barang ikut naik yang pada akhirnya akan memicu terjadi inflasi, olehnya PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil langkah-langkah yang tepat, guna mencegah terjadinya kerugian negara dan masyarakat yang lebih besar.
Olehnya jika Antrian BBM dan Kelangkaan BBM terus menerus terjadi berlarut-larut, maka kami dari Forum Merah Putih Indonesia akan melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Pertamina Regional Sulawesi guna mendesak pihak pertamina bertanggungjawab terhadap kelangkaan BBM dan panjangnya antrian di SPBU. Tegas Andi Sirajuddin (**Arief)







