MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, 9 Juni 2026 – Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya wisatawan yang terseret ombak di kawasan wisata Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban terseret ombak pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 14.30 WITA dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Senin, 8 Juni 2026 dini hari. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait pentingnya keselamatan dan keamanan di setiap destinasi wisata.
Muh Imran Ketua Umum Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai musibah semata tanpa adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan wisata yang ada. Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bulukumba.
Oleh karena itu, PW KAMMI Sulawesi Selatan mendesak Bupati Bulukumba dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba untuk segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh objek wisata yang beroperasi, khususnya kawasan wisata Apparalang yang kembali menjadi sorotan akibat insiden yang merenggut korban jiwa.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk tidak menunggu adanya korban berikutnya baru melakukan pembenahan. Evaluasi terhadap izin operasional, sistem pengawasan, standar keselamatan, mitigasi risiko bencana, serta kelayakan destinasi wisata harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan,” tegas PW KAMMI Sulawesi Selatan.
KAMMI Sulsel juga mendorong adanya audit terhadap seluruh destinasi wisata yang beroperasi di Kabupaten Bulukumba, termasuk memastikan keberadaan rambu-rambu peringatan, petugas pengamanan, prosedur tanggap darurat, hingga kelengkapan sarana keselamatan bagi wisatawan.
Pariwisata merupakan sektor penting yang harus terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengembangan tersebut tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan pengunjung. Setiap lokasi wisata harus dipastikan aman dan memenuhi standar keamanan yang memadai sebelum menerima kunjungan wisatawan.
Untuk itu, PW KAMMI Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk segera:
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh destinasi wisata di Kabupaten Bulukumba.
2. Memeriksa kembali legalitas dan izin operasional seluruh objek wisata.
3. Memastikan penerapan standar keselamatan dan mitigasi risiko di setiap lokasi wisata.
4. Menyediakan sarana keselamatan dan petugas pengamanan yang memadai.
5. Memberikan sanksi tegas kepada pengelola wisata yang mengabaikan aspek keselamatan pengunjung.
PW KAMMI Sulawesi Selatan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan wisatawan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pengelola wisata.
“Jangan tunggu korban untuk bertindak. Keselamatan wisatawan harus dijamin sebelum musibah terjadi.”
Humas Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan.(**ML)






