• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home DAERAH

Klarifikasi Pihak Pesantren IMMIM, Mendapat Tanggapan Keras Dari Orang Tua Siswa

Juli 15, 2026
in DAERAH, PENDIDIKAN, PERISTIWA
Klarifikasi Pihak Pesantren IMMIM, Mendapat Tanggapan Keras Dari Orang Tua Siswa
478
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, pihak Pesantren IMMIM menanggapi pemberitaan yang beredar saat ini, dimana menurut mereka publikasi tersebut keliru dan tidak benar, tanggapan yang dilayangkan kepada Kantor Redaksi Makassar Investigasi pada tanggal 14 Juli 2026 merupakan klarifikasi sekaligus hak jawab Pihak Pesantren IMMIM.

Baca:

Pembobolan Kamar Ustadz Pesantren IMMIM  Berpolemik, Orang Tua Siswa Bersama Aktivis Pemerhati Pendidikan Akan Lakukan Upaya Hukum.

Dugaan Sanksi Tak Beralasan di IMMIM Putra, Orang Tua Minta Kemenag Turun Tangan

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

Mereka menjelaskan bahwa awal mula munculnya publikasi yang saat ini beredar karena adanya salah satu santri lulusan SMP Pesantren IMMIM Tamalanrea tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Kampus Moncongloe, dikarenakan beberapa bulan lalu, sejumlah santri kelas 3 SMP di Tamalanrea melakukan kekhilafan dengan membuka paksa rumah ustadz yang sedang kosong berhari-hari. Pimpinan pesantren telah menjatuhkan sanksi, namun tetap memaafkan dan santri tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar mengingat santri akan segera melaksanakan ujian akhir.

Sejak awal, pesantren telah menyampaikan kepada seluruh santri kelas 3 bahwa syarat utama untuk dapat melanjutkan ke Moncongloe adalah akhlak yang baik. Hal ini dilakukan untuk memotivasi seluruh santri terus memperbaiki diri. Sayangnya, terdapat 2 orang santri yang dinilai belum memenuhi syarat tersebut, dan kebetulan keduanya termasuk dalam kelompok yang melakukan kekhilafan di atas.

Bahwa pihak pesantren IMMIM Moncongloe juga mengatakan alasan sehingga salah satu santri tidak dapat melanjutkan jenjang pendidikan ditingkat SMA dikarenakan :

  • Salah satu santri dinilai cenderung “mempengaruhi” teman-temannya untuk berbuat kerusakan. Dan untuk kepentingan santri lainnya, tidak kami beri izin lanjut di Moncongloe tetapi silakan memilih sekolah di luar.
  • Untuk Ananda yg satu ini, selama masa pendidikan tercatat sering diminta ke Bimbingan Konseling Pesantren IMMIM karena terindikasi memiliki kebutuhan khusus. Pesantren menilai ia ikut-ikutan melakukan kekhilafan karena kesulitan beradaptasi dengan suasana pembelajaran di lingkungan pesantren. Pesantren IMMIM saat ini masih terbatas dalam kemampuan mengatasi anak dengan kebutuhan khusus.
  • Karena itu, ananda santri tersebut  tidak dikeluarkan, melainkan dikembalikan kepada orang tua, dengan pertimbangannya anak ini sangat membutuhkan pendampingan langsung dari orang tuanya, bukan berada di lingkungan pesantren.

Pihak Pesantren IMMIM menyatakan setelah kejadian itu, pihak ustadz sudah memaafkan dan anak-anak tetap mengikuti seluruh pembelajaran hingga selesai ujian akhir. Anak-anak memang berada di masa peralihan yang kadang masih melakukan kekhilafan. Apabila ada santri yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya di Moncongloe, hal itu selalu didasari pertimbangan matang, baik demi kepentingan terbaik santri itu sendiri, maupun kenyamanan dan manfaat bagi seluruh santri lainnya.

“Tanggapan Orangtua Siswa Atas Klarifikasi Pihak Pesantren IMMIM”

Atas klarifikasi dan hak jawab tersebut, pihak orang tua siswa menanggapi keras pernyataan pihak Pesantren IMMIM, mereka mengatakan bahwa sebelum memasukkan anaknya ketingkat menengah pertama mereka sudah meminta dan memohon ke pihak Pesantren agar anak mereka dapat bersekolah selama 6 (enam) tahun, atau dengan kata lain anak mereka bersekolah mulai dari tingkat SMP sampai ke tingkat SMA dan pihak Pesantren IMMIM menyetujui dan setelah mendapat persetujuan, mereka langsung melakukan pembayaran atas syarat jenjang pendidikan selama 6 (enam) tahun, hal itu mereka lakukan karena sangat yakin pihak Pesantren IMMIM bisa memperbaiki mental serta kekurangan anaknya.

Lanjut Orang Tua Siswa, atas penjelasan pihak Pesantren melalui klarifikasinya yang menjelaskan bahwa setelah adanya kejadian kekhilafan yang dilakukan oleh 10 Siswa SMP Tamalenrea dimana salah satunya adalah anak saya, maka anak saya sudah tidak dapat lagi diterima bersekolah ditingkat menengah atas (kampus IMMIM Moncongloe) karena telah melakukan kekhilafan dan mempunyai kelainan mental, sementara pihak pesantren IMMIM masih kekurangan tenaga pendidik yang dapat menangani anak yang mempunyai kelainan mental sehingga mereka tidak dapat menerima anak kami sampai kejenjang sekolah menengah atas, pertanyaannya kenapa cuma anak saya yang tidak diterima ditingkat SMA, bagaimana dengan ke 9 siswa lainnya yang juga berbuat kekhilafan.

Pertanyaan kami selanjutnya, jika memang pihak pesantren sadar akan kekurangan tenaga pendidik yang dapat menangani siswa yang mempunyai kelainan mental, kenapa pihak Pesantren IMMIM menyetujui anak kami bisa bersekolah sampai ke tingkat menengah atas dan menerima pembayaran selama 6 (enam) tahun masa belajar anak saya.

Sebagai sekolah yang mengajarkan nilai-nilai agama, moral dan etika harusnya pihak Pesantren IMMIM malu karena telah menjanjikan hal yang pada akhirnya mereka ingkari sendiri dengan dalih yang tidak masuk akal dan malah menuduh anak kami sebagai otak dari perbuatan kekhilafan tersebut, sementara dari keterangan beberapa temannya yang ikut melakukan kekhilafan mengatakan bahwa anak saya cuma masuk kekamar itu karena mengikuti teman-temannya tanpa mengambil satupun barang.

Kami sebagai orangtua siswa tentunya sangatlah kecewa, karena janji yang diucapkan oleh pihak Pesantren IMMIM yang notabene mempunyai integritas dan selalu mengajarkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, justru tidak menepati janjinya, olehnya dari rasa kecewa ini kami tetap akan melakukan upaya hukum ke komisi perlindungan anak demi mendapatkan hak pendidikan anak kami. Tegas orangtua siswa.(**ML)

Previous Post

Pembobolan Kamar Ustadz Pesantren IMMIM  Berpolemik, Orang Tua Siswa Bersama Aktivis Pemerhati Pendidikan Akan Lakukan Upaya Hukum.

Related Posts

Pembobolan Kamar Ustadz Pesantren IMMIM  Berpolemik, Orang Tua Siswa Bersama Aktivis Pemerhati Pendidikan Akan Lakukan Upaya Hukum.

Pembobolan Kamar Ustadz Pesantren IMMIM  Berpolemik, Orang Tua Siswa Bersama Aktivis Pemerhati Pendidikan Akan Lakukan Upaya Hukum.

by Makassar Investigasi
Juli 13, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar – Tindakan pihak Pesantren IMMIM dalam mengeluarkan siswa secara paksa (ekspulsi) dengan alasan nakal dan melanggar tatib...

Dugaan Sanksi Tak Beralasan di IMMIM Putra, Orang Tua Minta Kemenag Turun Tangan

Dugaan Sanksi Tak Beralasan di IMMIM Putra, Orang Tua Minta Kemenag Turun Tangan

by Makassar Investigasi
Juli 13, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| MAROS – Kebijakan yang diambil Pesantren IMMIM Putra, Kabupaten Maros, menuai sorotan setelah seorang siswa dikeluarkan dari sekolah...

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

Forum Merah Putih Indonesia “Desak Transparansi Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sinjai Tembus Miliaran Rupiah”.

by Makassar Investigasi
Juli 6, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| SINJAI, SULAWESI SELATAN – Alokasi anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Miris Bak Teroris!! Terlapor Salah Transfer Digerebek Resmob Panakkukang Saat Jam Istirahat, Diduga Abaikan SOP

Miris Bak Teroris!! Terlapor Salah Transfer Digerebek Resmob Panakkukang Saat Jam Istirahat, Diduga Abaikan SOP

by Makassar Investigasi
Juli 2, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Penanganan laporan informasi dugaan salah transfer uang di wilayah hukum Polsek Panakkukang, Makassar, menuai sorotan serius. Seorang...

LIKMA INDONESIA Wakili Bupati Burau Hadiri Syukuran Pesta Panen Padi, Dalam Kegiatan Kesenian Dero di Kampung Lumbewe Kab. Luwu

LIKMA INDONESIA Wakili Bupati Burau Hadiri Syukuran Pesta Panen Padi, Dalam Kegiatan Kesenian Dero di Kampung Lumbewe Kab. Luwu

by Makassar Investigasi
Juni 28, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu, LIKMA INDONESIA Mewakili Bupati Camat Burau menghadiri kegiatan Syukuran dan Pesta Panen Padi (Kesenian Dero) di Kampung...

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader

by Makassar Investigasi
Juni 25, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Ambon, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) resmi menetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI periode...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PROYEK KONGKALIKONG MENGURAS UANG NEGARA

5 tahun ago
Kepala Sekretariat Forum Merah Putih Indonesia, Andi Sirajuddin

Forum Merah Putih Indonesia “Menduga DPRD Sulsel Tidak Melaksanakan Efisiensi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah”

9 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In