• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Rabu, September 16, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home DAERAH

Dugaan Sanksi Tak Beralasan di IMMIM Putra, Orang Tua Minta Kemenag Turun Tangan

Juli 13, 2026
in DAERAH, HUKUM, Investigasi, KRIMINAL, PENDIDIKAN, PERISTIWA
Dugaan Sanksi Tak Beralasan di IMMIM Putra, Orang Tua Minta Kemenag Turun Tangan
575
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| MAROS – Kebijakan yang diambil Pesantren IMMIM Putra, Kabupaten Maros, menuai sorotan setelah seorang siswa dikeluarkan dari sekolah karena diduga terlibat dalam kasus pembobolan kamar dan dugaan pencurian handbody milik seorang ustaz di lingkungan pondok.

Kasus tersebut tidak hanya memunculkan persoalan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan siswa, tetapi juga memantik pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan, asas keadilan dalam pemberian sanksi, hingga efektivitas sistem pembinaan karakter yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pesantren.

Baca:

Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Walanae Kab. Wajo Capai 77 persen

Cipayung Plus Kepung Pertamina, Beri Ultimatum 3×24 Jam : “Makassar Gelap, Migas Sulit dan Rakyat Menjerit”

BBM Dijual Mahal di Tengah Antrean, KAMMI UIN Alauddin Desak Oknum Pemain Harga Ditindak Tegas

Orang tua siswa, Andi Nurul Istiqomah, mengaku kecewa atas keputusan yang dijatuhkan kepada putranya, Andi Fardan Fauzila. Menurutnya, anaknya langsung dinyatakan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA IMMIM Putra tanpa melalui tahapan pembinaan maupun pemberian surat peringatan (SP).

“Seharusnya anak saya diberikan pembinaan atau surat peringatan terlebih dahulu. Namun justru langsung dikeluarkan,” ujar Andi Nurul Istiqomah kepada Suaraham.

Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, terdapat sekitar 10 siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, menurut mereka, hanya anaknya yang menerima sanksi paling berat berupa dikeluarkan dari sekolah. Klaim tersebut hingga kini belum mendapat tanggapan resmi dari pihak Pesantren IMMIM Putra.

“Saya berharap ketika anak saya belajar dan dididik di sana, ia menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan berakhlak baik. Namun yang saya rasakan justru sebaliknya. Ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Keluarga mengaku telah mendatangi pihak pesantren dan bertemu dengan Wakil Direktur yang memperkenalkan diri sebagai Mursid. Namun, pertemuan tersebut disebut tidak menghasilkan penyelesaian. Bahkan, keluarga menilai penyampaian yang mereka terima cenderung menyudutkan anak mereka sehingga menambah kekecewaan atas penanganan kasus tersebut.

Selain itu, keluarga menyatakan telah melunasi biaya pendidikan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah sebagai persiapan putranya melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA di IMMIM Putra. Dengan adanya keputusan tersebut, mereka mengaku mengalami kerugian, baik secara finansial maupun psikologis.

Keluarga juga mempertanyakan adanya perlakuan yang tidak sama terhadap siswa lain yang disebut turut terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, beberapa siswa lainnya masih diperbolehkan melanjutkan pendidikan di SMA IMMIM Putra.

Keluarga juga mengaku sempat meminta agar persoalan tersebut diproses melalui jalur hukum apabila memang terdapat dugaan tindak pidana, sehingga seluruh fakta dapat diuji secara objektif.

“Saya suruh saja melapor kalau memang anak saya melakukan pencurian, supaya semuanya jelas. Tetapi sampai sekarang tidak ada laporan yang dibuat,” ungkap Andi Nurul Istiqomah.

Tak hanya itu, keluarga mengaku anak mereka mengalami tekanan psikologis akibat dugaan perundungan, doktrin, serta penyampaian informasi yang menurut mereka berdampak pada sulitnya anak diterima di sekolah lain, termasuk di lingkungan sekolah-sekolah IMMIM di Kabupaten Maros.

Keluarga siswa mendesak Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan kasus tersebut agar proses pembinaan dan penerapan sanksi di lingkungan pesantren berjalan secara adil dan transparan.

Dalam upaya memperoleh penjelasan yang berimbang, Tim Investigasi yang terdiri dari unsur media dan LSM mendatangi kompleks Pesantren IMMIM Putra di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, untuk melakukan konfirmasi kepada Ustaz Nur Ahmad Syahid yang disebut berkaitan langsung dengan persoalan tersebut.

Sebelum mendatangi lokasi, tim menghubungi Ustaz Nur Ahmad Syahid melalui aplikasi WhatsApp dan menyampaikan rencana kedatangan sekitar pukul 09.30 WITA. Setibanya di pesantren, tim juga mengisi buku tamu sebagai bagian dari prosedur kunjungan resmi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Namun, saat berada di ruang tamu pesantren, tim justru ditemui oleh Wakil Direktur yang mengaku bernama Mursid. Sebelum proses wawancara berlangsung, seluruh anggota tim diminta memperlihatkan identitas masing-masing.

Mursid juga mengaku dirinya pernah di pedoman rakyat dan diarahkan untuk menemui tim, Meski tim telah menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan untuk melakukan konfirmasi, proses wawancara tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Diskusi bahkan sempat diwarnai adu argumen di ruang tamu pesantren.

Hingga berita ini di terbitkan Tim belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari Ustaz Nur Ahmad Syahid karena seluruh komunikasi dialihkan melalui Wakil Direktur.

Previous Post

Kemenhub Gelar Collaboration Series #2 Tahun 2026 di PIP Makassar Demi Perkuat Birokrasi

Next Post

Pembobolan Kamar Ustadz Pesantren IMMIM  Berpolemik, Orang Tua Siswa Bersama Aktivis Pemerhati Pendidikan Akan Lakukan Upaya Hukum.

Related Posts

Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Walanae Kab. Wajo Capai 77 persen

Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Walanae Kab. Wajo Capai 77 persen

by Makassar Investigasi
September 16, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| WAJO, Pembangunan infrastruktur pengendali banjir Sungai Walanae di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kini mulai menunjukkan hasil nyata. Proyek...

Cipayung Plus Kepung Pertamina, Beri Ultimatum 3×24 Jam : “Makassar Gelap, Migas Sulit dan Rakyat Menjerit”

Cipayung Plus Kepung Pertamina, Beri Ultimatum 3×24 Jam : “Makassar Gelap, Migas Sulit dan Rakyat Menjerit”

by Makassar Investigasi
September 15, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Persoalan kelangkaan BBM dan LPG di Kota Makassar kembali memantik kemarahan kelompok mahasiswa. Cipayung Plus Kota Makassar...

BBM Dijual Mahal di Tengah Antrean, KAMMI UIN Alauddin Desak Oknum Pemain Harga Ditindak Tegas

BBM Dijual Mahal di Tengah Antrean, KAMMI UIN Alauddin Desak Oknum Pemain Harga Ditindak Tegas

by Makassar Investigasi
September 14, 2026
0

MAKASSAR INVESTASI.ID| Makassar, Ketua Umum KAMMI Komisariat UIN Alauddin Makassar, Muhammad Ikhsan Abdullah, mendesak pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum...

“KAMMI Makassar Desak Pertamina Bertanggung Jawab”

“KAMMI Makassar Desak Pertamina Bertanggung Jawab”

by Makassar Investigasi
September 13, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Ketua Umum KAMMI Daerah Makassar, Sahrul Ariansyah, menyatakan dukungan terhadap tuntutan Pimpinan Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan terkait...

Laporan Atas Pengancaman Jurnalis Mata Nusantara Telah Masuk Proses Hukum

Laporan Atas Pengancaman Jurnalis Mata Nusantara Telah Masuk Proses Hukum

by Makassar Investigasi
September 10, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Polisi mulai mengambil keterangan korban dan saksi dalam laporan dugaan pengancaman terhadap jurnalis Matanusantara.co.id, Ramli. Penyidik Jatanras...

PEMUDA ADAT BURU NYATAKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP KEBERADAAN POS PAM DI KAWASAN GUNUNG BOTAK

PEMUDA ADAT BURU NYATAKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP KEBERADAAN POS PAM DI KAWASAN GUNUNG BOTAK

by Makassar Investigasi
September 6, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| NAMLEA, BURU — Unsur pemuda adat di Kabupaten Buru, Maluku, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Pos Pengamanan (Pos...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kecamatan Tamalate Menggelar Pekan Porseni Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke 77

4 tahun ago

DPW PSMP SULSEL “Tetap Mensupport Kejati Sulsel Dalam Mengungkap Kasus Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi UNM Makassar”

1 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In