MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu – Pengawas hingga Kepala Cabang UPTD Cabdisdik Palopo memilih untuk bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait anggaran Dana BOS SMAN 4 Luwu Tahun 2024/2025, tindakan ini memicu kecurigaan besar kalangan publik.
Anehnya, hasil pemantauan awak media Isnurandi dilapangan ternyata Pengawas Cabdisdik Palopo memilih bungkam karena dia ada hubungan keluarga dekat dengan Kepala Sekolah SMAN 4 Luwu.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Koalisi LSM dan Pers Sulsel Mulyadi S.H saat dikonfirmasi mengatakan, kami sangat menyayangkan sikap Kepala Cabang UPTD Cabdisdik Palopo dan Pengawasnya lebih memilih bungkam saat team Koalisi melakukan konfirmasi terkait Dana BOS SMAN 4 Luwu tahun 2024/2025.
“Besar dugaan kami ada keterlibatan kongkalikong hingga penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kepala Cabdisdik dan pengawasnya dengan pihak Kepala Sekolah SMAN 4 Luwu, sehingga sejumlah alokasi anggaran Dana BOS terlalu mahal atau tinggi yang dialokasikan.” Ungkap Mulyadi S.H
Adapun anggaran Dana BOS tahap I dan II tahun 2024/2025 yang kami duga ada kongkalikong oknum Cabdisdik dengan Kepala Sekolah, yakni.
Anggaran Dana BOS SMAN 4 Luwu tahun 2024 Tahap I Rp.922.740.000
- penerimaan Peserta Didik baru Rp 25.092.000
- pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 326.634.000
- pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 121.350.000
- pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 85.067.500
- pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 96.266.500
- pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 33.510.000
- langganan daya dan jasa Rp 33.497.900
- pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 75.272.100
- penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 12.950.000
- pembayaran honor Rp 113.100.000
Total Dana Rp 922.740.000
Anggaran Dana BOS SMAN 4 Luwu tahun 2024 Tahap II Rp.922.740.000
- penerimaan Peserta Didik baru Rp 12.900.000
- pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 266.424.000
- pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 236.555.059
- pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 59.913.000
- pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 109.760.550
- pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 13.165.000
- langganan daya dan jasa Rp 39.463.391
- pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 65.239.000
- penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 11.050.000
- pembayaran honor Rp 108.270.000
Total Dana Rp 922.740.000
Anggaran Dana BOS SMAN 4 Luwu tahun 2025 Tahap I Rp.964.990.000
- penerimaan Peserta Didik baru Rp 11.670.000
- pengembangan perpustakaan Rp 180.829.000
- kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 102.700.000
- kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 72.839.600
- administrasi kegiatan sekolah Rp 113.035.800
- pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 28.370.000
- langganan daya dan jasa Rp 42.763.100
- pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 175.782.500
- penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 55.700.000
- pembayaran honor Rp 181.300.000
Total Dana Rp 964.990.000
Anggaran Dana BOS SMAN 4 Luwu tahun 2025 Tahap II
- penerimaan Peserta Didik baru Rp 11.670.000
- pengembangan perpustakaan Rp 180.829.000
- kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 102.700.000
- kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 72.839.600
- administrasi kegiatan sekolah Rp 113.035.800
- pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 28.370.000
- langganan daya dan jasa Rp 42.763.100
- pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 175.782.500
- penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 55.700.000
- pembayaran honor Rp 181.300.000
Total Dana Rp 964.990.00
“Dari sejumlah Anggaran Dana BOS diatas kami menduga kuat ada tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Sekolah sehingga melanggar UU No 31 Tahun 1999 tentang TIPIKOR.” Tegas Mulyadi S.H
Kami menantang dan mendesak APH, Inspektorat, BPK/BPKP, Ombudsman, hingga KPK agar segera melakukan audit dan memanggil Kepala Sekolah SMAN 4 Luwu.
Hingga berita ini terbit kami belum mendapatkan klarifikasi pihak Kepala Sekolah karena awak media diblokir, namun awak media berupaya maksimal untuk konfirmasi ke Kepala Cabdisdik dan pengawas namun belum direspon atau ditanggapi.(**ML)






