MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu utara – Heboh diberitakan sebelumnya Perjalanan Dinas Sekretariat Daerah (Setda) Luwu Utara tahun 2026 tembus Rp.4.113.986.600, kini Dinas Kesehatan tidak mau kalah bersaing hingga mencapai lebih tinggi lagi.
Adapun rincian anggaran perjalanan dinas dan lainnya yang menuai sorotan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu utara, yakni :
Rp.3,425,000+7,374,000+11,070,000+27,340,000+27,710,000+121,100,000+82,241,000+14,510,000+20,290,000+16,010,000+35,270,000+78,210,000+8,060,000+6,798,000+34,700,000+37,820,000+13,920,000+71,460,000+24,440,000+15,740,000+6,750,000+18,525,000+64,180,000+25,758,000+8,892,000+31,779,000+21,340,000+21,330,000+14,070,000+48,450,000+6,560,000+14,748,000+37,030,000+125,640,000+52,145,000+27,340,000+36,370,000+13,305,000+38,500,000+2,950,000+50,860,000+45,532,000+6,850,000+2,430,000+22,836,000+21,330,000+11,970,000+31,066,000+3,280,000+34,863,000+32,260,000+8,579,000+76,640,000+25,766,000+14,720,000+25,210,000+36,220,000+15,210,000+32,876,000+128,830,000+10,140,000+19,860,000+19,255,000+28,560,000+181,540,000+3,580,000+25,850,000+11,670,360+10,938,000+29,310,000+39,000,000+17,675,000+50,570,000+10,940,000+14,720,000+18,350,000+22,300,000+14,080,000+7,374,000+41,910,000+16,846,000+11,050,000+16,220,000+13,120,000+23,260,000+24,900,000+77,850,000+10,550,000+17,438,000+32,790,000+13,640,000+18,730,000+34,230,000+3,975,000+61,864,000+173,520,000+6,510,000+283,630,000+10,906,800+322,932,200+65,280,000+7,650,000+22,637,000+41,800,000+10,023,000+185,790,000+205,268,000+93,480,000 = Total belanja Rp.4,283,990,360
Belanja Jasa Tenaga Kesehatan Rp.1.660.945.850, 122.000.000, 331.500.000 = Rp.2.114.445.850
Belanja Modal Personal Computer Rp.495.000.000, 18.000.000 = Rp.513.000.000
Menanggapi hal tersebut, Presiden Koalisi LSM dan Pers Sulsel Mulyadi S.H sangat menyayangkan Kepala Dinas Kesehatan Luwu utara menganggarkan alokasi untuk perjalanan dinas, Belanja Modal Personal Computer, Belanja Jasa Tenaga Kesehatan terlalu tinggi.
“Kami duga alokasi tersebut sangat pemborosan anggaran yang dimana di tengah Efisiensi dan Bapak Presiden RI Prabowo mengeluarkan Inpres 25/1/25 agar mengalokasikan betul-betul memiliki asas manfaat ke masyarakat.” Ungkap Mulyadi S.H
Mulyadi juga menduga kuat besar ada indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan Kadis Kesehatan Luwu utara dimana SPPD nya lebih besar di banding Bupati, Setda, dan Kabag.
“SPPD Bupati, Setda, dan Kabag hanya mencapai Rp.4.113.986.600 sedangkan Kadis Kesehatan tembus Rp.4.283.990.360, ini peluang besar buat KPK dan APH masuk mengaudit LPJ atau memanggil untuk di proses secara hukum.” Katanya
Hal senada, DIREKTORAT PIMPINAN PUSAT LEMBAGA PENGAWASAN PUBLIK SEMANGAT GARUDA BERDAULAT REPUBLIK INDONESIA ( DIKPUS.LPP.SEGEL.RI ) melalui sekjend SYAMSURYADI, S.H mengatakan bahwa kami duga Bupati Luwu Utara Andi Rahim asal melantik Pejabat Eselon II di lingkupnya karena banyak yang tidak memahami KIP.
“Jelas dalam UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Yang dimana pejabat publik dalam mengelola keuangan negara harus transparansi karana ini bukan uang pribadi anda.” Tegas SYAMSURYADI, S.H
Syamsuryadi S.H mengimbau ke Bupati Luwu utara agar segera mengganti seluruh Pejabat publik yang tidak ada transparansi atau keterbukaan informasi publik ke Mitra media maupun masyarakat.
“”Kami mengimbau Bupati Luwu Utara untuk segera merotasi dan mengganti seluruh pejabat publik (Eselon II, III, dan IV) guna meningkatkan kinerja pemerintahan.” Tutupnya
Hingga berita ini terbit Kadis Kesehatan Luwu utara belum merespon atau menanggapi saat dikonfirmasi tim awak media.(**ML)



