MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu – Presiden Koalisi LSM dan Pers Sulsel Mulyadi S.H menyoroti sejumlah anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur yang diduga melanggar Inpres yang dikeluarkan Presiden RI Prabowo Subianto 25 Januari 2025 tentang Efisiensi anggaran.
Mulyadi S.H menyayangkan sejumlah anggaran swakelola Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur diduga pemborosan anggaran yang dimana tidak memiliki asas manfaat ke masyarakat.
Berikut rincian anggaran Perjalanan Dinas Biasa, Dalam Kota/Luar Kota, yakni :
Rp.1,745,960,000+394,828,800+200,000,000+30,630,000+49,780,000+26,140,000+49,670,000+317,114,200+930,452,100+28,000,000+43,580,000+202,342,000+52,400,000+218,813,000+33,702,000+86,004,000+104,804,000+28,700,000+73,544,000+18,550,000+6,760,000+136,352,000+69,243,000+40,202,000+5,360,000+59,984,000+56,212,000+19,960,000+4,680,000+17,170,000+36,670,000+18,560,000+48,322,000+1,680,000+56,170,000+1,920,000+40,840,000+7,680,000+17,630,000+65,283,000+2,990,000+28,451,000+140,000,000+88,744,000+15,400,000+51,936,000+44,090,000+950,000+6,960,000+50,430,000+155,152,000+25,840,000+33,671,000+11,650,000+36,330,000+87,322,000+45,400,000+169,982,000+44,090,000+15,440,000+75,913,000+10,560,000+198,176,000+101,414,000 = Rp.6,786,583,100
Besar dugaan kami anggaran yang dialokasikan tersebut ada persekongkolan dan pemufakatan jahat untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain sehingga bakal sering terjadi tindak pidana korupsi.
“Kami menduga dengan menyalahi Inpres Presiden RI tersebut ada indikasi tindak pidana korupsi UU NO 31 TAHUN 1999, karena mengalokasikan anggaran cukup besar yang tidak memiliki asas manfaat.” Ungkapnya
Dengan nilai fantastis semua anggaran sekretariat daerah besar dugaan kami sebagian fiktif dengan memalsukan Surat Perintah Membayar (SPM) sehingga diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) oleh BKAD, begitupun belanja lainnya yang tidak masuk akal.
Kami menantang dan mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur, Mendagri, KPK, BPKP, Ombudsman, hingga APH agar segera memanggil Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur dan mengaudit anggarannya serta.
“Dalam waktu dekat kami akan masukan surat klarifikasi hingga ke Istana Negara Republik Indonesia karena melanggar Inpres tentang Efisien Anggaran dan kami juga berharap APH nantinya berbanding tegak lurus mengusut yang melanggar hukum.” Tutupnya
Hingga berita ini terbit kami belum mendapatkan tanggapan Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur.(**ML)








