MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Sidrap- Seminar Kecamatan yang digelar oleh Mahasiswa KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Makassar di Masjid Miftahul Khaer Monritoko, Desa Salobukkang, Jumat (1/5/2026) malam, menghadirkan suasana yang tidak hanya edukatif, tetapi juga penuh refleksi spiritual.
Dalam pemaparan materinya, Dr. H. Muhammad Ali, M.Ag. lebih menekankan pada makna keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa keberkahan tidak hanya datang dari banyaknya rezeki, tetapi dari rasa syukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.
“Jika kita bersyukur, maka keberkahan itu akan terus bertambah. Kunci dari kehidupan yang berkah adalah bagaimana kita mampu mensyukuri setiap nikmat, sekecil apa pun itu,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan hal-hal sederhana yang sering luput dari rasa syukur, seperti turunnya hujan. Menurutnya, hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi bagian dari nikmat yang seharusnya disyukuri oleh setiap manusia.
“Kita harus belajar mensyukuri segala hal, bahkan hujan sekalipun. Karena di balik itu semua ada rahmat yang Allah turunkan untuk kehidupan kita,” lanjutnya.
Lebih jauh, Dr. Ali menjelaskan bahwa salah satu cara paling sederhana namun kuat untuk menumbuhkan rasa syukur adalah dengan memperbanyak dzikir. Dzikir dinilai mampu menghadirkan ketenangan hati sekaligus menguatkan kesadaran akan nikmat-nikmat yang sering terabaikan.
Ia pun mengapresiasi kebiasaan masyarakat yang rutin melaksanakan yasinan setiap malam Jumat di masjid. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam menjaga dzikir dan memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.
“Yasinan malam Jumat yang rutin dilaksanakan di masjid adalah bagian dari upaya menghadirkan keberkahan. Ini perlu terus dijaga dan dihidupkan,” ujarnya.
Pemaparan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para peserta. Suasana masjid terasa khidmat, dengan banyak jamaah yang larut dalam perenungan atas pesan-pesan yang disampaikan.
Melalui materi yang sederhana namun menyentuh, seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga pengingat bahwa jalan menuju kehidupan yang berkah dimulai dari hal paling mendasar: rasa syukur dan kedekatan kepada Allah SWT.(**ML)








