• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Muh Imran, Plt Ketua Umum PW KAMMI Sulawesi Selatan Menagih Arah KAMMI “Dari Gerakan Moral ke Kontribusi Bangsa”

Maret 30, 2026
in PEMERINTAHAN
Muh Imran, Plt Ketua Umum PW KAMMI Sulawesi Selatan Menagih Arah KAMMI “Dari Gerakan Moral ke Kontribusi Bangsa”
480
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Usia 28 tahun bagi sebuah organisasi mahasiswa bukan sekadar angka. Ia adalah fase ketika idealisme diuji oleh realitas, dan semangat perubahan ditantang oleh godaan kekuasaan. Bagi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), momentum ini seharusnya menjadi ruang hening untuk bertanya: ke mana arah gerakan ini dibawa, dan untuk siapa ia bekerja?

KAMMI lahir dari pergolakan sejarah reformasi 1998—sebuah era ketika mahasiswa menjadi motor perubahan, dan keberanian moral menjadi mata uang utama. Dalam konteks itu, KAMMI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai representasi kesadaran kolektif mahasiswa Muslim yang ingin melihat Indonesia lebih adil, lebih demokratis, dan lebih bermartabat.

Baca:

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

Diduga ada Persekongkolan, Penyelewengan Anggaran, Hingga Maladministrasi PKM Ponsel Tuai Sorotan

Namun, sejarah tidak pernah menjamin masa depan. Ia hanya menjadi pijakan—bukan jaminan arah.

Dalam perjalanan waktu, KAMMI mengusung dua identitas strategis: Gerakan Sosial Independen (GSI) dan Gerakan Politik Ekstra Parlementer (GPE). Dua konsep ini menegaskan posisi KAMMI sebagai kekuatan moral sekaligus aktor kritis di luar struktur kekuasaan formal. Independensi, dalam hal ini, bukan sekadar pilihan, tetapi syarat mutlak agar gerakan tetap memiliki daya kritis.

Di titik inilah persoalan mulai mengemuka.

Independensi yang dahulu menjadi fondasi, kini kerap terasa sebagai slogan yang kehilangan daya ikat. Dalam praktiknya, tidak sedikit keputusan dan sikap politik yang dipersepsikan berada dalam bayang-bayang kepentingan eksternal. Legitimasi sering dibungkus dalam istilah “dakwah”, “jamaah”, atau “syuroh”, tetapi substansinya kerap menyisakan tanda tanya: sejauh mana keputusan itu benar-benar lahir dari ruang deliberasi kader yang bebas?

Pertanyaan ini penting, bukan untuk mendelegitimasi, melainkan untuk menjaga kesehatan gerakan. Sebab sejarah menunjukkan, banyak organisasi besar justru melemah bukan karena tekanan dari luar, melainkan karena kehilangan kemandirian dari dalam.

Persoalan lain yang tak kalah mendesak adalah soal kaderisasi. Dalam teori organisasi modern, keberlanjutan gerakan sangat ditentukan oleh kualitas sistem kaderisasi. Ia harus terbuka, adil, dan berbasis kapasitas. Namun dalam praktik, kecenderungan eksklusivitas masih menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.

Akses terhadap ruang kepemimpinan tidak selalu ditentukan oleh kompetensi, melainkan oleh kedekatan dengan lingkaran tertentu. Akibatnya, ruang dialektika yang seharusnya hidup justru menyempit. Kader yang kritis dan progresif sering kali berada di pinggiran, sementara budaya konformitas mendapatkan tempat yang lebih aman.

Jika situasi ini dibiarkan, maka KAMMI berisiko mengalami stagnasi intelektual. Padahal sebagai gerakan mahasiswa, kekuatan utamanya justru terletak pada kebebasan berpikir dan keberanian menguji gagasan.

Konsep syuroh yang menjadi salah satu mekanisme pengambilan keputusan juga perlu ditempatkan kembali pada ruhnya. Ia seharusnya menjadi ruang musyawarah yang hidup, bukan sekadar prosedur formal untuk mengesahkan keputusan yang telah disepakati oleh segelintir pihak. Tanpa keterbukaan, syuroh berpotensi kehilangan makna substantifnya.

Di tengah tantangan internal tersebut, konteks kebangsaan Indonesia hari ini menuntut lebih banyak dari sekadar retorika gerakan. Polarisasi sosial, menguatnya politik identitas, serta fragmentasi kepentingan membutuhkan kehadiran aktor-aktor muda yang mampu menjembatani perbedaan.

Di sinilah konsep Muslim Negarawan menemukan relevansinya. Ia bukan hanya identitas simbolik, tetapi ideal tentang kader yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman dengan komitmen kebangsaan. Kader yang tidak terjebak dalam sekat kelompok, tetapi mampu merawat persatuan dalam keberagaman.

Indonesia dibangun di atas fondasi Bhinneka Tunggal Ika—sebuah kesadaran bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan. KAMMI, jika ingin tetap relevan, harus mampu membaca realitas ini dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari fragmentasi.

Refleksi 28 tahun ini, dengan demikian, tidak cukup berhenti pada romantisme sejarah atau seremoni organisasi. Ia harus menjadi titik balik. Momentum untuk menegaskan kembali independensi, memperbaiki sistem kaderisasi, dan membuka ruang dialektika yang sehat.

Masa depan KAMMI tidak ditentukan oleh seberapa kuat ia menjaga struktur, tetapi oleh seberapa berani ia merawat nilai. Bukan oleh seberapa solid ia dalam barisan, tetapi oleh seberapa jujur ia dalam mengoreksi diri.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang KAMMI adalah pertanyaan tentang kontribusi. Apakah ia akan tetap menjadi kekuatan moral yang relevan bagi bangsa, atau justru larut dalam dinamika internal yang menjauh dari realitas publik?

Usia 28 tahun memberi cukup waktu untuk belajar. Kini, tantangannya adalah memilih arah: bertahan sebagai simbol masa lalu, atau bertransformasi menjadi kekuatan masa depan.(**ML)

Previous Post

Cipayung Plus Jakarta Utara Apresiasi Capaian Strategis Polres Metro Jakut: Kedepankan Sinergitas, Prestasi, dan Kinerja Humanis

Next Post

Dana PIP SDN 54 Lanipa Diduga Tidak Tepat Sasaran, Sejumlah Orang Tua Murid Hingga Aktivis Angkat Bicara

Related Posts

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

by Makassar Investigasi
Mei 2, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) melayangkan surat kepada Kejaksaan Agung RI, sekaitan proses penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit...

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

by Makassar Investigasi
Mei 2, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Sidrap- Seminar Kecamatan yang digelar oleh Mahasiswa KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Makassar di Masjid Miftahul Khaer Monritoko,...

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

Diduga ada Persekongkolan, Penyelewengan Anggaran, Hingga Maladministrasi PKM Ponsel Tuai Sorotan

by Makassar Investigasi
Mei 1, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Ponrang Selatan (Kapus Puskesmas Ponsel) diduga melakukan penyelewengan anggaran, persekongkolan, hingga maladministrasi....

“Tudang Sipulung” Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun – Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum 

“Tudang Sipulung” Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun – Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum 

by Makassar Investigasi
Mei 1, 2026
0

'Tudang Sipulung' Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun - Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum  MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Momen pertemuan keluarga...

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

by Makassar Investigasi
April 30, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu - Sari, S.Km, yang bertugas selaku Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Ponrang Selatan (Kapus Puskesmas Ponsel) berkali-kali didatangi...

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Gelar Edukasi Stop Bullying di UPT SDN 11 Tanru Tedong

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Gelar Edukasi Stop Bullying di UPT SDN 11 Tanru Tedong

by Makassar Investigasi
April 29, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Posko 09 Desa Salobukkang, Kecamatan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

edit post
DPP FKMI Resmi Melaporkan PT. DON UDANG AQUACULTURE Atas Pencemaran Lingkungan

DPP FKMI Resmi Melaporkan PT. DON UDANG AQUACULTURE Atas Pencemaran Lingkungan

10 bulan ago
edit post
LSM PERAK Pangkep Resmi Dilantik dan Dikukuhkan 

LSM PERAK Pangkep Resmi Dilantik dan Dikukuhkan 

3 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    MAKASSAR INVESTIGASI

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In