• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Ketua KAMMI SULSEL “Teror dan Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis bentuk Kemunduran Demokrasi”

Maret 18, 2026
in PEMERINTAHAN
Ketua KAMMI SULSEL “Teror dan Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis bentuk Kemunduran Demokrasi”
490
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Fenomena pembungkaman kebebasan berekspresi dan teror terhadap aktivis bukan sekadar peristiwa sporadis, melainkan sinyal kuat adanya persoalan struktural dalam kehidupan bernegara. Dalam kerangka hukum Indonesia, jaminan atas kebebasan berpendapat telah ditegaskan secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28E ayat 3, 28G, 28H, 28I semua pasal tersebut mengatur tentang Hak Asasi, Ketentuan ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menempatkan kebebasan berekspresi sebagai bagian dari hak sipil yang fundamental. Ini menunjukkan bahwa negara harus menjamin kebebasan berpendapat dan melindungi warga dari segala bentuk ancaman dan intimidasi.

Namun, realitas yang terjadi justru menunjukkan sebaliknya. Ketika kritik dibungkam, ekspresi dibatasi, dan aktivis mengalami intimidasi bahkan teror, maka yang sesungguhnya sedang terjadi adalah penyimpangan fungsi hukum. Hukum tidak lagi menjadi instrumen perlindungan, tetapi berpotensi digunakan sebagai alat kekuasaan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya prinsip _rule of law_ kekuasaan tidak lagi dikendalikan oleh hukum, melainkan hukum justru dikendalikan oleh kepentingan kekuasaan.

Baca:

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

Diduga ada Persekongkolan, Penyelewengan Anggaran, Hingga Maladministrasi PKM Ponsel Tuai Sorotan

Dari perspektif hak asasi manusia, tindakan pembungkaman dan teror tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius. Kebebasan berekspresi bukan hanya hak individual, tetapi juga prasyarat bagi terwujudnya masyarakat yang terbuka dan partisipatif. Ketika pembatasan dilakukan secara sewenang-wenang, apalagi disertai intimidasi, maka negara telah gagal menjalankan kewajibannya untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak warga negara. Teror terhadap aktivis juga mencederai hak atas rasa aman serta menghambat partisipasi publik dalam kehidupan demokratis.

Lebih jauh, dalam perspektif demokrasi, fenomena ini mengarah pada gejala kemunduran yang serius. Demokrasi tidak hanya diukur dari keberadaan pemilu, tetapi juga dari kualitas kebebasan sipil dan ruang publik yang sehat. Aktivis dan masyarakat sipil merupakan elemen penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Ketika mereka dibungkam, maka ruang kritik menyempit, diskursus publik melemah, dan kekuasaan cenderung berjalan tanpa kontrol. Aktivis adalah bagian dari civil society yang melekat tiga fungsi dalam dirinya, yaitu fungsi kontrol sosial, fungsi penyeimbang kekuasaan dan fungsi agen perubahan.

Di dalam teori tindakan komunikatif Jurgen Habermas menerangkan bahwa masyarakat yang sehat dibangun atas dasar basis argumuntatif bukan determinasi kekuasaan. Ia juga menjelaskan tentang demokrasi liberatif mesti ada proses dialektika, pertukaran gagasan antara rakyat dan penguasa sebelum mengeluarkan kebijakan.

Ibnu Khaldun dalam karya fenomenalnya Muqaddimah menerangkan bahwa kekuasaan yang ofensif akan melahirkan delegitimasi.

Oleh karena itu KAMMI Makassar menyampaikan pernyataan sikap:

1. Mengutuk keras tindakan intimidatif terhadap para aktivis

2. Mengusut tuntas pelaku penyiraman dengan air keras terhadap Saudara Andre Yunus

3. Mengusut tuntas aktor intelektual atas peristiwa penyiraman air keras tersebut

4. Menuntut para penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparansi dan akuntabilitas

5. Mengedepankan prinsip _equality before the law_ dalam proses penegakkan hukum

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka implikasinya tidak hanya pada melemahnya perlindungan HAM, tetapi juga pada krisis legitimasi kekuasaan.

Jika kritikan dibungkam, ruang ekspresi dibatasi, para aktivis diintimidasi maka hanya ada satu kata, LAWAN!*(**ML)

Previous Post

Polres Enrekang Polda Sulsel, Klarifikasi Terkait Kasus Penganiayaan

Next Post

KAMMI Jakarta Utara Apresiasi Inisiasi Pelatihan Teknis AC oleh Kapolres Jakarta Utara

Related Posts

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi

by Makassar Investigasi
Mei 2, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) melayangkan surat kepada Kejaksaan Agung RI, sekaitan proses penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit...

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

“Mensyukuri Nikmat, Menjemput Berkah: Pesan Mendalam Dr. Muhammad Ali dalam Seminar Kecamatan Duapitue”

by Makassar Investigasi
Mei 2, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Sidrap- Seminar Kecamatan yang digelar oleh Mahasiswa KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Makassar di Masjid Miftahul Khaer Monritoko,...

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

Diduga ada Persekongkolan, Penyelewengan Anggaran, Hingga Maladministrasi PKM Ponsel Tuai Sorotan

by Makassar Investigasi
Mei 1, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Ponrang Selatan (Kapus Puskesmas Ponsel) diduga melakukan penyelewengan anggaran, persekongkolan, hingga maladministrasi....

“Tudang Sipulung” Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun – Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum 

“Tudang Sipulung” Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun – Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum 

by Makassar Investigasi
Mei 1, 2026
0

'Tudang Sipulung' Pertemuan Perdana Keluarga Besar Puang Halimun - Puang Deda Resmi Menunjuk Ketua Umum  MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Momen pertemuan keluarga...

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

Disorot Dugaan Manipulasi Visum dan IPAL Rusak, Kapus Ponsel Malah “Menghilang”

by Makassar Investigasi
April 30, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Luwu - Sari, S.Km, yang bertugas selaku Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Ponrang Selatan (Kapus Puskesmas Ponsel) berkali-kali didatangi...

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Gelar Edukasi Stop Bullying di UPT SDN 11 Tanru Tedong

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Gelar Edukasi Stop Bullying di UPT SDN 11 Tanru Tedong

by Makassar Investigasi
April 29, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Posko 09 Desa Salobukkang, Kecamatan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

edit post
DPP FKMI Resmi Melaporkan PT. DON UDANG AQUACULTURE Atas Pencemaran Lingkungan

DPP FKMI Resmi Melaporkan PT. DON UDANG AQUACULTURE Atas Pencemaran Lingkungan

10 bulan ago
edit post
LSM PERAK Pangkep Resmi Dilantik dan Dikukuhkan 

LSM PERAK Pangkep Resmi Dilantik dan Dikukuhkan 

3 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    MAKASSAR INVESTIGASI

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In