• Blog
  • Contact
  • Home
  • Home 1
  • REDAKSI
  • Sample Page
  • Sample Page
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
    • RAGAM
    • Lifestyle
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
    • Investigasi
    • PERISTIWA
    • KRIMINAL
No Result
View All Result
MAKASSAR INVESTIGASI
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
Home PEMERINTAHAN

Aliansi Mahasiswa Nusantara Menilai Narasi Saiful Mujani Provokatif 

April 7, 2026
in PEMERINTAHAN
486
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

Aliansi Mahasiswa Nusantara Imbau Jaga Stabilitas Nasional dan Tolak Narasi Provokatif dalam Demokrasi

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Jakarta, 6 April 2026 — Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), Agus Muliara, kembali menegaskan sikap organisasi terkait pernyataan Saiful Mujani yang menyerukan aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum di Jakarta pada 31 Maret 2026.

Baca:

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

Menurut Agus Muliara, seruan tersebut tidak hanya tidak tepat, tetapi juga berpotensi menimbulkan instabilitas politik serta memecah belah persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, terdapat berbagai mekanisme yang sah, konstitusional, dan bermartabat untuk menyampaikan kritik maupun melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Mengetuk dan mengoreksi jalannya pemerintahan tidak harus melalui cara-cara provokatif. Masih banyak jalur yang layak dan patut dilakukan, seperti dialog publik, advokasi kebijakan, penguatan peran masyarakat sipil, serta mekanisme demokrasi yang tersedia secara konstitusional,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus menyoroti pentingnya menjaga objektivitas dalam menyampaikan kritik di ruang publik. Ia mengingatkan agar wacana demokrasi tidak dicampuri oleh sentimen pribadi yang dapat mengaburkan substansi kritik itu sendiri.

“Dalam demokrasi, kritik harus dibangun di atas kepentingan publik, bukan sentimen personal. Ketika kritik disampaikan dengan nada yang konfrontatif dan terkesan berulang terhadap figur tertentu, maka publik berhak mempertanyakan apakah yang dibawa adalah kepentingan demokrasi atau justru persoalan pribadi,” tegasnya.

Agus juga menyinggung rekam jejak Saiful Mujani melalui lembaga surveinya, SMRC, yang sebelumnya pernah secara terbuka melakukan kampanye negatif berbasis rekam jejak terhadap Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa pola tersebut, ditambah dengan pernyataan terbaru yang lebih konfrontatif, berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa terdapat dimensi personal dalam sikap yang ditunjukkan.

“Jika kita melihat secara terang benderang di ruang publik, termasuk media online, kritik-kritik yang disampaikan cenderung mengarah pada figur yang sama dengan eskalasi yang semakin tinggi. Ini dapat memunculkan dugaan adanya kecenderungan personal, yang tentu tidak sehat dalam praktik demokrasi,” lanjut Agus.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa AMAN tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan komitmen untuk menjaga stabilitas nasional.

Ia juga menyayangkan pernyataan tersebut datang dari sosok Saiful Mujani yang dikenal sebagai aktivis senior dalam gerakan reformasi 1998. Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi landasan untuk menghadirkan narasi yang edukatif, sejuk, dan konstruktif bagi masyarakat.

Aliansi Mahasiswa Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab, objektif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tutup Agus Muliara.(**ML)

Previous Post

Selain Dana PIP SDN 54 Lanipa yang Diduga Tidak Tepat Sasaran, Presiden Koalisi Sulsel Soroti Anggaran Dana BOS 

Next Post

Cipayung Plus Jakarta Utara Hadiri Halal Bihalal ‘Sabuk Kamtibmas’: Kapolres Ingatkan Dampak Krisis Global bagi Ekonomi Rakyat 

Related Posts

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

KAMMI Makassar Minta Kejaksaan Negeri Makassar Evaluasi Program MBG Sulsel

by Makassar Investigasi
Juni 19, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, 18 Juni 2026 – KAMMI Daerah Makassar melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Makassar untuk menyampaikan aspirasi terkait...

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

Bumerang Reformasi dan Krisis Kepercayaan Publik Oleh Muhammad Ilham Ketua KAMMI Makassar

by Makassar Investigasi
Juni 14, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Reformasi 1998 lahir sebagai tonggak penting demokrasi Indonesia. Ia membawa mandat besar: kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional setiap...

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

LPKSM MASPEKINDO “Desak Pihak Terkait Tertibkan Penghuni Rusunawa Maros”

by Makassar Investigasi
Juni 2, 2026
0

MAKASSAKASSAR INVESTIGASI.ID| Maros - Menyikapi penyediaan Rusunawa di Kabupaten Maros yang diduga tidak tepat sasaran, dimana berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)...

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

DPP LIRI : “Desak Pemkot Makassar Melalui Dinas Tata Ruang Agar Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB)”.

by Makassar Investigasi
Mei 30, 2026
0

Andi Sirajuddin  MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Permasalah jarak antara rumah atau gedung dan jalan di Makassar yang lebih dikenal dengan...

“Ketika Masjid Bicara Masa Depan Generasi” Opini Oleh : Sahrul Ariansyah

by Makassar Investigasi
Mei 30, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar - Kultum subuh yang saya ikuti di Masjid Sultan Alauddin JL Prof.Abdurahman Basalamah memberikan banyak pelajaran dan...

Normalisasi Sungai Suli Tahap Pertama Selesai, Lurah Suli: Berkat Perjuangan Ibu Enceng Warga Bisa Tidur Nyenyak

by Makassar Investigasi
Mei 21, 2026
0

MAKASSAR INVESTIGASI.ID| Makassar, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Ir. Fadriaty Asmaun, ST, MM, melaksanakan kegiatan pengawasan pelaksanaan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

edit post

Gerakan Solidaritas Digital Mengajak Seluruh Kampus di Indonesia Mengawal Proses Hukum Dugaan Pornografi Rektor UNM

8 bulan ago
edit post

KOALISI MAHASISWA, LSM DAN MASYARAKAT MAROS, PANGKEP MENCARI KEADILAN GANTI RUGI LAHAN PROYEK REL KERETA API MAKASSAR PARE-PARE DI BANGUN OLEH : DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

5 tahun ago

Popular News

    Connect with us

    Makassar Investigasi adalah media online dengan tagline media terpercaya

    Category

    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • Investigasi
    • KRIMINAL
    • Lifestyle
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • RAGAM
    • About
    • REDAKSI

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    No Result
    View All Result
    • Blog
    • Contact
    • Home
    • Home 1
    • REDAKSI
    • Sample Page
    • Sample Page

    © 2023 Makassar Investigasi - Premium WordPress news & magazine theme by MI.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In